Sabtu, 30 Oktober 2010

analisis lokasi industri

-REVIEW ANALISIS LOKASI INDUSTRI-

Pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari mengenai lokasi Industri yang ditentukan berdasarkan berbagai faktor. Kita telah mengenal teori-teori dasar lokasi Industri seperti Teori Weber dan Teori Losch yang mana weber menekankan peletakan lokasi dipengaruhi oleh bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi sedangkan Losch mempertimbangkan permintaan konsumen sebagai faktor utama penentu keuntungan maksimal produksi.
Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai analisis lokasi industri. Pada dasarnya industri merupakan kegiatan pengolahan yang mengubah bentuk benda menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan kegunaan berbeda dan lebih besar. Dalam kegiatan industri terdapat pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan skala operasi, maksudnya berapa jumlah yang dihasilkan dan pada tingkatan harga berapa produk akan dijual, teknik produksi yang diperlukan untuk melakukan inovasi mengkombinasikan tenaga kerja,modal,maupun mesin berteknologi yang digunakan dalam proses produksi. Serta lokasi pabrik yang menentukan dimana proses pengolahan akan dijalankan, kontribusi pengaruhnya terhadap biaya produksi untuk mencapai keuntungan maksimal. Sebenarnya bagaimana proses industri dapat terjadi? Lihatlah skema di bawah ini:
Bahan baku                           Proses Pengolahan                         Produk                          Pasar
(input)                                     (Teknis)                                               (Output)
                                                                        Transportasi
                                                                          (Distribusi)
Skema diatas menunjukan bahwa dalam kegiatan industri bahan baku menjadi factor utama dalam memulai proses pengolahan produk yang didukung oleh tenaga kerja maupun modal kerja berupa mesin dan keahlian setelah itu baru dilakukan proses pengolahan hingga menjadi produk dan kemudian didistribusikan/dijual ke pasar. Peran transportasi sangat penting proses tersebut dimulai dari pengambilan bahan baku hingga pendistribusiaannya ke pasaran. Misalnya dalam industryi tempe, bahan baku utama adalah kedelai, lalu dilakukan proses pengolahan dengan tenaga kerja dan mesin produksi dan setelah itu menghasilkan tempe yang siap dijual di pasaran, dalam proses pngambilan bahan baku hingga distribusi produk ke pasar digunakan mobil pick-up sebagai transportasinya.
Yang perlu dipahami bahwa menganalisis industry, factor skala dan teknik pengolahan industry menentukan sumber lokasi kegiatan industry, dan pertimbangan penentuan skala dan teknik ini bergantunga pada kombinasi antara input produksi seperti modalkerja dan teknik produksi dan juga struktur biaya produksi. Pertimbangan dasar internal kegiatan industry adalah factor-faktor biaya terkecil, factor terkait keuntungan maksimal, factor lain yang sifatnya not exist but still valuable.
Modal,bahan baku, manajemen, lahan, tenaga kerja, skala produksi, keterkaitan, biaya transportasi,lingkungan bisnis, factor historis, preferensi perseorangan maupun manajemen berpengaruh dalam penentuan lokasi industry. Oleh karena itu factor-faktor di atas selalu dianggap penting dalam proses produksi.
Adapun prosedur pemilihan lokasi industry di antaranya:
·         Plant Analysis
Melakukan evaluasi terhadap factor-faktor lokasi: apa yang paling berpengaruh dan apa yang tidak. Menganalaisis penentuan keputusan lokasi apakah membangun baru atau hanya relokasi. Serta mempertimbangkan alternative-alternatif lokasi.
·         Field Analysis
Dalam analisis ini diperlukan pengurangan.penyeleksian beberapa aspek pada beberapa lokasi yang lebih potensial untuk dipilih. Adapun prosedurnya yaitu melakukan evaluasi kewilayahan, untuk mengidentifikasikan spesifikasi lokasi sesuai kebutuhan dan juga menganalisis kelayakan wilayah. Selanjutnya dilakukan evaluasi komunitas, untuk mengecek dukungan komunitas, keberadaan fasilitas yang mendukung kegiatan pabrik serta adakan keuntungan untuk pengembangan pabrik. Setelah itu dilakukan evaluasi tapak, yaitu dengan menganalisa biaya yang sifatnya tak terduga maupun keberadaan industry lain baik sebagai pesaing ataupun rekan.
Dalam kegiatan analisis baik Plant Analysis maupun Field Analysis ada hal yang penting yang perlu di lakukan , yaitu:
·         Plant Analysis
-Melakukan analisis logistik yaitu dengan menentukan titik produksi dan pergudangan, membuat rencana ekspansi jangka panjang, serta menentukan model transport yang dikehendaki sesuai dengan permintaan.
-Melakukan analisis produksi dengan mengecek kebutuhan bahanbaku, kebutuhan tenaga kerja, energy dan utilitas lain.
-Melakukan analisis pasar untuk mengetahui bagaimana karakter pasar dan menganalisa adanya persaingan atau tidak.
-Pentingnya preferensi terhadap aspek manajerial tertentu untuk mencapai profit maksimal
-Melakukan pengembangan pabrk dengan mebangun pabrik baru
-Serta melakukan analisa biaya pabrik yang exist
·         Field Analysis
-Melakukan analisis wilayah untuk menentukan lokasi yang memberikan tawaran biaya transport rendah, menyeleksi lokasi yang berpotensi, serta menganalisis kondisi politis,keamana wilayah,insentif dan pajak industry yang berlaku.
-Melakukan analisis komunitas untuk mengetahui deskripsi lokasi secara umum, mempertimbangkan pertumbuhan populasi, mengantisipasi iklim industry yang ada, serta fasilitas pendukung lokasi pabrik.
-Melakukan analisis tentang jenis tanah,kemampuan lahan, drainase, biaya pematangan lahan, dll.
-Menyeleksi lokasi akhir dengan membuat proposal biaya, melakukan perbandingan keuntungan dan kerugian lokasi pada saat ini, baru melakukan penentuan akhir.

Sumber: Smith (1981) Ch.2 dan 3, Chapman and Walker (1990) Ch.3. Bahan Ajar Kuliah ANALOK 2010 Copyright by Roosmayri Lovina

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar